Bagi pemilik perusahaan, Direktur, manajer keuangan, manajer ekspor-impor, manajer pengadaan, dan pengambil keputusan operasional, pertumbuhan pesanan ekspor seharusnya menjadi kabar baik. Namun, ketika pemasok meminta pembayaran sebelum perusahaan menerima dana dari pembeli luar negeri, pesanan yang besar justru dapat menciptakan tekanan modal kerja. Pembiayaan Pesanan Ekspor dapat membantu menjembatani kesenjangan tersebut, sehingga perusahaan memiliki dana untuk membeli bahan baku, membayar pemasok, memproduksi barang, dan memenuhi kontrak tanpa mengorbankan arus kas operasional.
Bear Capital Ventures Limited membantu perusahaan menilai kebutuhan pendanaan dan mengidentifikasi struktur pembiayaan yang sesuai dengan transaksi, termasuk pembiayaan modal kerja, trade finance, pembiayaan pemasok, serta instrumen pendukung seperti Bank Guarantee dan Standby Letter of Credit.
Siap mendapatkan pembiayaan?
Diskusikan kebutuhan Anda dengan spesialis kami dan jajaki struktur pembiayaan yang selaras dengan tujuan Anda.
Ketika pesanan bertambah tetapi kas tidak ikut bertambah
Masalah ini sering muncul ketika nilai pesanan meningkat lebih cepat daripada siklus penerimaan kas perusahaan.
Misalnya, eksportir memperoleh kontrak senilai Rp10 miliar. Pembeli di luar negeri memberikan waktu pembayaran 60 atau 90 hari setelah pengiriman, sedangkan pemasok bahan baku meminta pembayaran lebih cepat. Perusahaan tetap harus membiayai produksi, tenaga kerja, pengemasan, transportasi, dan biaya ekspor sebelum pembayaran diterima.
Perusahaan sebenarnya memiliki bisnis dan pesanan yang nyata, tetapi kas tersedia tidak cukup untuk memenuhi pesanan tersebut.
Di sinilah kebutuhan pembiayaan perlu dilihat berdasarkan transaksi yang mendasarinya, bukan sekadar berdasarkan kebutuhan pinjaman umum.
Apa yang dapat dibiayai?
Pembiayaan Pesanan Ekspor pada dasarnya ditujukan untuk membantu perusahaan memenuhi kebutuhan modal kerja yang muncul dari transaksi ekspor.
Tergantung struktur dan persetujuan pemberi pembiayaan, dana dapat digunakan untuk kebutuhan seperti:
- pembelian bahan baku;
- pembayaran pemasok;
- biaya produksi;
- pembelian barang untuk memenuhi pesanan;
- biaya pengemasan dan persiapan ekspor;
- kebutuhan modal kerja selama proses produksi;
- biaya terkait pengiriman dan pemenuhan kontrak.
Untuk eksportir, tahap sebelum barang dikirim sering menjadi titik tekanan terbesar. Pembiayaan Modal Kerja Ekspor atau Pre-Shipment Financing dapat menjadi salah satu struktur yang perlu dipertimbangkan ketika perusahaan membutuhkan dana sebelum menerima pembayaran dari pembeli.
Namun, keberadaan purchase order atau kontrak ekspor tidak otomatis berarti pembiayaan akan disetujui. Pemberi pembiayaan tetap dapat menilai perusahaan, pembeli, transaksi, kontrak, arus pembayaran, negara tujuan, riwayat usaha, serta jaminan yang tersedia.

Pilihan pembiayaan yang dapat dipertimbangkan
Tidak semua kebutuhan eksportir harus diselesaikan dengan satu jenis fasilitas. Beberapa struktur dapat digunakan sesuai tahap transaksi dan sumber pembayaran kembali.
1. Pre-Shipment Financing
Jika kebutuhan utama adalah membayar pemasok dan memproduksi barang sebelum pengiriman, Pre-Shipment Financing dapat menjadi pilihan yang relevan.
Struktur ini pada dasarnya membantu menyediakan modal kerja sebelum barang dikirim kepada pembeli. Kelayakannya dapat bergantung pada dokumen transaksi, nilai kontrak, kualitas pembeli, kemampuan perusahaan, serta kebijakan pemberi pembiayaan.
Ini biasanya merupakan pilihan pertama yang perlu diperiksa ketika masalahnya adalah:
“Pesanan sudah ada, tetapi saya tidak memiliki cukup dana untuk mulai atau menyelesaikan produksi.”
2. Trade Finance
Untuk transaksi ekspor yang lebih kompleks, Pembiayaan Perdagangan dapat memberikan pendekatan yang lebih luas daripada pinjaman modal kerja biasa.
Trade finance dapat mencakup berbagai struktur yang berhubungan dengan transaksi perdagangan, termasuk pembiayaan sebelum pengiriman, pembiayaan setelah pengiriman, pembiayaan piutang, Letter of Credit, serta fasilitas terkait rantai pasok.
Struktur yang tepat bergantung pada bagaimana kontrak, pembayaran, pengiriman dan kewajiban para pihak disusun.
3. Pembiayaan pemasok
Jika pemasok membutuhkan pembayaran lebih cepat, Pembiayaan Rantai Pasok dapat menjadi alternatif yang perlu diperiksa.
Dalam struktur tertentu, pembiayaan dapat membantu mempercepat penerimaan dana pemasok berdasarkan transaksi atau tagihan yang memenuhi persyaratan. Hal ini dapat mengurangi tekanan terhadap kas eksportir sekaligus membantu menjaga hubungan dengan pemasok.
4. Pembiayaan setelah pengiriman
Masalah modal kerja tidak selalu berhenti setelah barang dikirim.
Jika pembeli memiliki jangka waktu pembayaran 60, 90 atau bahkan lebih lama, perusahaan mungkin masih membutuhkan likuiditas setelah pengiriman. Dalam kondisi tertentu, pembiayaan piutang atau post-shipment financing dapat membantu menjembatani periode tersebut.
Dengan demikian, struktur pembiayaan sebaiknya mempertimbangkan seluruh siklus transaksi, bukan hanya kebutuhan dana pada saat pesanan diterima.
Siap mendapatkan pembiayaan?
Diskusikan kebutuhan Anda dengan spesialis kami dan jajaki struktur pembiayaan yang selaras dengan tujuan Anda.
Di mana Bank Guarantee dan Standby Letter of Credit berperan?
Bank Guarantee dan Standby Letter of Credit dapat relevan dalam transaksi ekspor, tetapi keduanya tidak boleh disamakan dengan modal kerja.
Jika pembeli meminta jaminan pelaksanaan kontrak, jaminan pembayaran, atau bentuk keamanan lainnya, perusahaan dapat perlu menyediakan Jaminan Bankatau Standby Letter of Credit sesuai persyaratan kontrak.
Fungsinya terutama memberikan keamanan kepada pihak penerima jaminan.
Sementara itu, pembiayaan modal kerja digunakan untuk menyediakan likuiditas bagi perusahaan.
Perbedaannya sederhana:
Bank Guarantee atau Standby Letter of Credit memberikan dukungan keamanan; pembiayaan modal kerja menyediakan dana untuk menjalankan transaksi.
Dalam transaksi tertentu, keduanya dapat digunakan secara bersamaan. Misalnya, pembeli meminta Standby Letter of Credit sebagai keamanan kontrak, sementara eksportir membutuhkan fasilitas modal kerja untuk membeli bahan baku dan membayar pemasok.
Bagaimana menentukan struktur yang paling sesuai?
Sebelum mengajukan pembiayaan, pengambil keputusan perusahaan sebaiknya menghitung kebutuhan dana berdasarkan transaksi yang sebenarnya.
Beberapa pertanyaan penting adalah:
- Berapa nilai pesanan ekspor?
- Berapa jumlah dana yang harus dibayarkan kepada pemasok?
- Kapan pemasok harus dibayar?
- Berapa lama produksi berlangsung?
- Kapan barang dikirim?
- Kapan pembeli melakukan pembayaran?
- Apakah pembayaran dilakukan melalui Letter of Credit atau open account?
- Apakah pembeli meminta Bank Guarantee atau Standby Letter of Credit?
- Berapa banyak modal kerja perusahaan yang sudah terikat pada pesanan lain?
- Apakah perusahaan memiliki piutang ekspor yang dapat dibiayai?
- Jaminan apa yang tersedia?
Jawaban atas pertanyaan tersebut membantu menentukan apakah perusahaan membutuhkan pembiayaan sebelum pengiriman, setelah pengiriman, pembiayaan pemasok, pembiayaan piutang, atau kombinasi beberapa struktur.
Untuk kebutuhan yang lebih besar atau transaksi dengan struktur khusus, Pembiayaan Proyekjuga dapat dipertimbangkan apabila transaksi tersebut merupakan bagian dari proyek jangka panjang dengan arus kas dan kontrak yang dapat dianalisis secara khusus.

Dokumen apa yang biasanya diperlukan?
Persyaratan berbeda antara bank dan lembaga pembiayaan, tetapi perusahaan umumnya perlu menyiapkan informasi yang menunjukkan bahwa transaksi tersebut nyata, layak dan memiliki sumber pembayaran yang dapat dipahami.
Dokumen yang mungkin diminta meliputi:
- purchase order atau kontrak penjualan;
- invoice;
- kontrak dengan pemasok;
- rincian kebutuhan modal kerja;
- laporan keuangan perusahaan;
- rekening koran;
- data pembeli luar negeri;
- riwayat transaksi ekspor;
- informasi pengiriman;
- dokumen perusahaan;
- informasi mengenai jaminan yang tersedia.
Semakin besar nilai transaksi, semakin penting bagi perusahaan untuk memiliki dokumentasi yang konsisten antara kontrak penjualan, pembelian, kebutuhan modal kerja dan proyeksi arus kas.
Apa yang perlu diperhatikan sebelum mengambil pembiayaan?
Pembiayaan seharusnya tidak hanya dinilai berdasarkan berapa besar dana yang dapat diperoleh.
Perusahaan perlu melihat:
Biaya pembiayaan. Pastikan perusahaan memahami bunga, margin, fee, biaya administrasi, biaya fasilitas dan biaya lain yang mungkin berlaku.
Jangka waktu. Tenor perlu sesuai dengan siklus produksi, pengiriman dan penerimaan pembayaran.
Sumber pelunasan. Idealnya jelas dari mana fasilitas akan dilunasi, terutama jika pembayaran berasal dari pembeli luar negeri.
Dampak terhadap fasilitas yang sudah ada. Fasilitas baru dapat memengaruhi kapasitas pembiayaan atau kebutuhan jaminan perusahaan.
Risiko pembeli dan negara. Keterlambatan atau kegagalan pembayaran pembeli dapat mengubah profil risiko transaksi.
Risiko mata uang. Jika biaya perusahaan dalam Rupiah sementara pembayaran ekspor dalam USD, EUR atau mata uang lain, perubahan nilai tukar perlu diperhitungkan.
Siap mendapatkan pembiayaan?
Diskusikan kebutuhan Anda dengan spesialis kami dan jajaki struktur pembiayaan yang selaras dengan tujuan Anda.
Bagaimana Bear Capital Ventures Limited dapat membantu?
Bear Capital Ventures Limited membantu perusahaan, pemilik bisnis, eksportir, importir, investor, kontraktor, pengembang proyek dan pihak komersial lainnya mengidentifikasi serta menyusun solusi pembiayaan berdasarkan kebutuhan transaksi tertentu.
Untuk eksportir yang menghadapi kekurangan dana setelah menerima pesanan, fokusnya bukan sekadar mencari “pinjaman”, tetapi menentukan bagian mana dari siklus transaksi yang membutuhkan pembiayaan dan instrumen apa yang paling sesuai untuk mendukungnya.
Bergantung pada kebutuhan dan karakteristik transaksi, Bear Capital Ventures Limited dapat membantu mengeksplorasi struktur seperti Working Capital, Trade Finance, Bank Guarantee, Standby Letter of Credit dan pembiayaan proyek.
Jika sesuai dengan persyaratan transaksi, pembiayaan dapat dijajaki melalui bank dan lembaga keuangan internasional yang telah mapan, termasuk institusi seperti Barclays Bank, HSBC, JPMorgan Chase, Standard Chartered Bank, Deutsche Bank AG, Bank of China dan Bank of America. Setiap pembiayaan tetap bergantung pada ketersediaan, persyaratan, uji kelayakan dan persetujuan lembaga yang bersangkutan.
Jangan biarkan keterbatasan modal kerja membatasi pesanan yang layak
Pesanan ekspor yang lebih besar dapat menjadi peluang pertumbuhan, tetapi hanya jika perusahaan mampu membiayai periode antara kewajiban membayar pemasok dan penerimaan pembayaran dari pembeli.
Jika perusahaan Anda sudah memiliki purchase order, kontrak ekspor atau transaksi yang sedang berjalan tetapi menghadapi kekurangan modal kerja, Bear Capital Ventures Limited dapat membantu menilai kebutuhan tersebut dan mengidentifikasi struktur pembiayaan yang sesuai untuk dipertimbangkan.
Semakin jelas nilai kontrak, kebutuhan pemasok, jadwal produksi, syarat pembayaran dan sumber pelunasan, semakin mudah bagi calon pemberi pembiayaan untuk memahami transaksi yang akan dibiayai.
FAQs About Pembiayaan Pesanan Ekspor
1. Apakah pesanan ekspor dapat digunakan sebagai dasar pengajuan pembiayaan?
Pesanan ekspor atau kontrak penjualan dapat menjadi bagian dari dokumentasi transaksi, tetapi tidak otomatis menjamin persetujuan pembiayaan. Pemberi pembiayaan tetap akan menilai perusahaan, pembeli, transaksi, arus pembayaran, risiko dan persyaratan jaminan.
2. Apa pembiayaan yang cocok jika saya membutuhkan dana untuk membayar pemasok?
Jika kebutuhan terjadi sebelum barang dikirim, Pre-Shipment Financing atau Pembiayaan Modal Kerja Ekspor dapat menjadi salah satu pilihan untuk diperiksa. Pembiayaan pemasok atau struktur Trade Finance tertentu juga dapat relevan tergantung transaksi.
3. Apakah Bank Guarantee dapat digunakan untuk membayar pemasok?
Bank Guarantee pada dasarnya merupakan instrumen jaminan, bukan fasilitas kas untuk membayar pemasok. Jika perusahaan membutuhkan dana untuk pembelian atau produksi, kebutuhan tersebut biasanya perlu dianalisis sebagai kebutuhan modal kerja atau pembiayaan perdagangan.
4. Apakah Standby Letter of Credit merupakan pembiayaan modal kerja?
Tidak secara langsung. Standby Letter of Credit terutama berfungsi sebagai komitmen atau keamanan pembayaran tertentu. Dalam transaksi yang sesuai, instrumen tersebut dapat menjadi bagian dari struktur yang lebih luas bersama pembiayaan modal kerja.
5. Bisakah Bear Capital Ventures Limited membantu mencari solusi pembiayaan untuk pesanan ekspor?
Bear Capital Ventures Limited dapat membantu perusahaan mengidentifikasi dan mengeksplorasi struktur pembiayaan yang sesuai dengan transaksi, termasuk Working Capital, Trade Finance, Bank Guarantee dan Standby Letter of Credit. Ketersediaan pembiayaan tetap bergantung pada penilaian dan persetujuan lembaga keuangan yang relevan.
Ditulis oleh Bear Capital Ventures Limited
Bear Capital Ventures Limited berfokus pada penyediaan konten edukatif mengenai keuangan global, solusi trade finance, pembiayaan perusahaan, instrumen keuangan, dan pasar modal internasional. Kami memberikan wawasan mengenai solusi pembiayaan terstruktur, Bank Guarantee, Standby Letter of Credit, serta strategi pendanaan bisnis bagi perusahaan dan organisasi yang ingin mengembangkan peluang pertumbuhan di pasar global.

